Jumat, 12 Juli 2013

Perkiraan Kondisi Dunia Pada Tahun 2030

Perkiraan Kondisi Dunia Pada Tahun 2030

Maaf kawan, mobil terbang tampaknya tidak muncul dalam “Global Trends 2030: Alternative Worlds”, seperti yang dipublikasikan oleh National Intelligence’s Office pada Minggu kemarin.
Sebaliknya, National Intelligence Council memberikan gambaran mengenai sebuah dunia di mana AS tidak lagi memegang peran penting. Individu serta kelompok kecil masyarakat bisa menghadapi melapetaka maya atau serangan teror biologis,
serta makanan dan air bisa menjadi barang langka di beberapa tempat.

Laporan setebal 160 halaman tersebut merupakan sebuah bahan bacaan yang menarik bagi Anda yang berkecimpung dalam bisnis pembuatan skenario film James Bond berikutnya. Sebuah harta karun berupa skenario potensial untuk intrik internasional, belum lagi kejahatan super.

Namun dewan tersebut berusaha keras untuk mengubah hal tersebut. Tujuannya adalah menyediakan sejumlah gagasan bagi para pembuat kebijakan mengenai apa yang harus dilakukan di masa depan guna membantu mereka dalam mengarahkan program ekonomi dan militer yang tepat.

“Kami tidak melakukan penelitian untuk memprediksi masa depan yang akan menjadi hal yang mustahil untuk ditampilkan, namun sebaliknya, menyediakan sebuah kerangka berpikir mengenai kemungkinan yang terjadi di masa depan serta implikasinya,” seperti yang dikatakan dalam laporan tersebut.

Gagasan lainya yang dilaporkan para pemerhati masa depan adalah populasi dunia akan mencapai 8,3 triliun orang, dan makanan serta air menjadi barang langka di sejumlah wilayah, khususnya di wilayah Afrika dan Timur Tengah.

"Perubahan iklim akan memperburuk prospek ketersediaan sumber daya yang penting ini," kata laporan tersebut. "Analisis perubahan iklim menunjukkan bahwa keparahan pola cuaca yang ada akan bertambah buruk, dengan daerah yang basah menjadi semakin basah, dan daerah yang kering dan gersang menjadi lebih parah.”

“Kami tidak sedang menuju ke dalam dunia yang langka sumber daya, tetapi pembuat kebijakan dan mitra sektor swasta mereka harus proaktif untuk menghindari masa depan seperti itu. "

Bagaimana dengan Amerika pada tahun 2030? Laporan tersebut memprediksikan bahwa AS "kemungkinan besar akan tetap menjadi negara kuat di antara negara dengan kekuatan-kekuatan besar lainnya." Namun "dengan bangkitnya negara-negara lain, kekuatan tunggal Amerika berakhir dan Pax Americana — era kekuasaan Amerika dalam politik internasional yang dimulai pada tahun 1945 akan turun dengan cepat."

Demikian juga, "Asia akan melampaui Amerika Utara dan Eropa dikombinasikan dalam hal kekuatan global, berdasarkan pada PDB (Produk Domestik Bruto), ukuran populasi, pengeluaran militer serta investasi teknologi," seperti yang dimuat dalam laporan tersebut.

Hal ini juga menunjukkan bahwa gerakan ekstrem keagamaan mungkin hanya menjadi sejarah pada 2030. Tapi itu tidak berarti bahwa kelompok-kelompok kecil tersebut tidak akan mencoba membuat kekacauan.

"Dengan akses yang lebih luas terhadap teknologi yang mematikan dan berbahaya, orang-orang yang ahli dalam bidang seperti sistem dunia maya bisa saja menjual jasa mereka kepada penawar tertinggi, termasuk teroris yang tidak akan mempedulikan pada banyaknya jumlah korban dan akan membuat gangguan ekonomi dan keuangan secara lebih besar," seperti yang dimuat dalam laporan tersebut.

Empat "tren besar" yang akan membentuk dunia yang seperti yang tertulis dalam laporan tersebut adalah pertumbuhan pemberdayaan personal, difusi kekuasaan, pergeseran besar dalam demografi, serta meningkatnya permintaan untuk makanan, air dan energi.

Laporan tersebut juga melihat potensi munculnya guncangan "angsa hitam" terhadap sistem tersebut. Hal tersebut termasuk, wabah berbahaya, perubahan iklim yang lebih cepat dari perkiraan, runtuhnya Uni Eropa, runtuhnya Cina (atau sistem demokrasinya), dan reformasi Iran yang meninggalkan program senjata nuklirnya. Termasuk konflik dengan menggunakan senjata nuklir, kimia, atau biologi, atau serangan dunia maya dalam skala besar, badai geomagnetik matahari yang dapat melumpuhkan satelit dan jaringan listrik, atau kemunduran AS secara tiba-tiba dari hubungan internasional.

Jadi bagaimana dengan mobil terbang? Laporan tersebut tidak membahas hal itu, namun demikian, tidak tertutup kemungkinan bahwa "mobil yang dapat mengemudi sendiri bisa mengatasi kemacetan di daerah perkotaan yang terus memburuk, mengurangi tingkat kecelakaan di jalanan, serta meningkatkan produktivitas perorangan (dengan memberikan kebebasan kepada para pengemudi untuk dapat bekerja dalam perjalanan mereka)."

Dan kisah terbarunya dimuat dalam majalah Wired, blog keamanan nasional juga telah menggarisbawahi bagaimana laporan tersebut melihat pertumbuhan teknologi lainnya, termasuk "manusia super" yang mungkin saja muncul.

0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.